Berkah kopi Berkah Negeri

Negara ini telah di kutuk untuk mencintai kopi. Tak peduli situasi dan tingkat ekonomi masyarakat. Kopi bisa ditemukan dimana-mana.

Tuhan Dalam Secangkir Kopi

Tuhan ada di mana-mana, bahkan dalam secangkir kopi. Pertanyaannya adalah, apakah kita mau menemuin Nya?.

Filsafat Kopi

Seperti kopi, Tuhan menyeduh dua sisi paling sakral dalam hidup manusia. Kebaikan dalam manisnya dan kejahatan dalam seduh pahitnya.

Minuman Kopi adalah manifestasi kehidupan

Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari sebuah minuman kopi, dengan kehangatan kopi sebuah cerita akan terus mengalir.

Biji Kopi

Dari biji kopi pilihan akan menyebabkan rasa kopi terbaik, demikian pula dengan kehidupan yang dijalani oleh manusia.

Kamis, Oktober 12, 2017

Om Bajaj : Allah Yang Jamin

Ketika itu cuaca sedang cerah saat malam jumat, jam dinding sudah menunjukkan pukul setengah satu dini hari. Acara ngeteh bareng sedang berlangsung. Di meja terhampar satu teko air teh, setoples gula, setoples kopi bubuk hitam dan satu termos air panas. Walaupun sudah disediakan kopi dan air panas, anehnya sangat jarang bahkan tidak pernah ada yang bikin kopi. Padahal mayoritas orang-orang disana penyuka kopi. Termasuk saya. Terdapat pula potongan-potongan martabak telur serta beberapa tusuk sate lengkap dengan bumbu kacang dan irisan lontong.


Saya dan seorang teman (SA) sedang ngobrol sambil menikmati teh hangat. Kemudian datanglah seorang teman lain yang seorang sopir bajaj sebut saja (SB) untuk berpamitan pulang, sepertinya sedang terburu-buru, katanya mau beli gas dulu untuk bajaj BBG nya. SB bilang sekarang sedang dalam masa-masa sulit dan berat, entah karena setorannya berkurang atau ada masalah apa. Dia tidak bercerita secara detail, semoga saja permasalahannya segera selesai.

Mendengar SB sedang dalam masalah tentu saja saya dan SA heran, karena di wajahnya tak tampak masalah yang berat. Kami pancinglah dia dengan sebuah pertanyaan, kemudian terjadilah perbincangan.

"Kamu itu katanya dalam kondisi sulit tapi kok wajahmu cerah dan kelihatan hepi2 saja."

Lalu meluncurlah pelajaran tak terduga dari SB

"Nih, kalian gue kasih ilmunya, ada dua yang telah gue dapatkan"

"Yang pertama lihatlah orang gila, dia tidak pernah kuatir tentang hidupnya, tidak kuatir sakit, tidak peduli makan, dan tidak peduli dimana dia tidur. Tapi tetap bisa hidup."

"Yang kedua lihatlah anak kecil, tidak peduli dikasih makan apa tetap dimakan, tidak peduli dikasih mainan apa saja tetap diterima. Dan anak kecil selalu gembira dengan itu semua."

"Itu sudah gue kasih ilmunya, silahkan terapin, Gue mau nyari gas dulu. Assalamualaikum"

SB pun pamit dan pergi dengan suara khas bajaj nya.

Akhirnya saya dan SA pun hanya diam terbengong-bengong dan tersenyum saja berdua sambil lanjut ngeteh. Bener-bener dalem. Siapa lagi yang menjamin Rizkinya orang gila dan anak kecil? Tentu saja Alloh yang jamin. Demikian pula dengan hewan dan tumbuhan, Alloh menjamin semuanya tanpa membedakan. Tinggal, bagaimana kita manusia, YAKIN dan ber-SYUKUR kepada ALLAH.

Original Date : Apr 6, 2014

MAZ Taptozani

Rabu, September 27, 2017

Rayya : Kupu-Kupu

"Ada apa denganmu?" Suara lembut itu kembali membuat Rayya termenung berpikir. Padahal kepalanya sudah pusing dan lelah dengan semua kejadian yang dialaminya.

"Aku capek." Rayya menyahut cepat.

Hembusan angin membelai rambut indahnya. Rayya terdiam kembali, matanya menatap kosong secangkir moccacino hangat yang baru di hidangkan. Kemudian Arya melanjutkan pembicaraannya.

"Apakah menurutmu semua kejadian yang kau alami adalah sebuah kebetulan semata?"

"Apa kau kira orang-orang yang kau temui selama ini adalah sebuah hal yang wajar saja"

"Kebetulan adalah kesengajaan Tuhan yang belum kita ketahui maknanya. Yang terlihat kebetulan adalah ujung dari peristiwa-peristiwa sebelumnya, baik yang direncana maupun tidak. Kebetulan bisa terjadi karena campur tangan manusia, dan bisa jadi, lebih dari itu, kekuatan di luar manusia, kekuatan yang menciptakan manusia."

"Tapi aku lelah." Rayya menatap arya sejenak, kemudian keluarlah apa yang selama ini dia rasakan.

"Aku ingin istirahat sejenak dari rutinitas ini. Aku ingin istirahat sejenak dari hiruk pikuk dunia ini. Aku ingin istirahat sejenak melepas lelah yang sedang kurasakan. Aku ingin istirahat walau hanya sekejap. Aku lelah"

"Sebenarnya apa yang kau cari? Apa yang kau inginkan? Untuk menemukan saja gak akan cukup sepanjang umur, apalagi untuk mencari. Kita harus menyerahkan diri/tawakkal kepada Tuhan, biarkan Tuhan yang membimbing kita, memperjalankan kita, seperti saat Nabi Muhammad diperjalankan dari masjidil harom ke masjiidil aqso dan kemudian ke sidratul muntaha."

"Jika kita sudah di perjalankan oleh Tuhan, maka segala semua kehidupan kita akan dijamin oleh-Nya. Dalam perjalanan kita menemukan berbagai peristiwa, pembelajaran dalam hidup untuk menjadi manusia yang memanusiakan manusia."

"Istirahat boleh, tapi jangan sampai tidak punya tujuan. Live life like a butterfly, take a rest but never forget to fly" Arya mengakhiri obrolannya dengan Rayya. Dan Arya pun harus bergegas pergi karena namanya telah di panggil oleh petugas bandara...

Kadang semesta seakan bergerak lambat jika kita menyadari bahwa orang-orang dan kejadian di masa lalu akan menjadi pelajaran untuk mempersiapkan bertemu dengan orang-orang yang seirama dan tulus di masa depan.

Seperti puzzle, merangkai, mensinkronkan segala yang ditemukan dalam hidup ini. Istirahat sejenak, itu akan membuat kita melihat semuanya secara jelas.




Rabu, Agustus 23, 2017

Hidup Yang Bermanfaat

Kutipan dari Bung Karno, ada di buku berjudul “Mutiara Kata Bung Karno untuk Rakyat Indonesia” susunan Wawan Tunggul Alam, SH.

Saya tidak tahu, akan diberi hidup oleh Tuhan sampai umur berapa. Tetapi permohonanku kepadaNya ialah, supaya hidupku itu hidup yang manfaat. Manfaat bagi tanah air dan bangsa, manfaat bagi sesama manusia. Permohonanku ini saya panjatkan pada tiap-tiap sembahyang. Sebab, Dialah Asal segala Asal. Dialah ‘Purwaning Dumadi‘.” (6 Juli 1957).



Senin, Agustus 21, 2017

Filosofi Gula

Kasus 1
Jika kopi terlalu pahit
Siapa yang salah..?
Gula lah yg disalahkan karena terlalu sedikit hingga "rasa" kopi pahit

Kasus 2
Jika kopi terlalu manis
Siapa yg disalahkan..?
Gula lagi karena terlalu banyak hingga "Rasa" kopi manis

Kasus 3
Jika takaran kopi dan gula balance
Siapa yg di puji...?
Tentu semua akan berkata...
Kopinya mantaaap
Kemana gula yang mempunyai andil
Membuat "rasa" kopi menjadi mantaaap



Mari Ikhlas seperti Gula yg larut tak terlihat tapi sangat bermakna.

Gula PASIR memberi RASA MANIS pada KOPI, tapi orang MENYEBUTnya KOPI MANIS... bukan KOPI GULA...

Gula PASIR memberi RASA MANIS pada TEH, tapi orang MENYEBUTnya TEH MANIS... bukan TEH GULA...

ORANG menyebut ROTI MANIS... bukan ROTI GULA...

ORANG menyebut SYRUP Pandan, Syrup APEL, Syrup JAMBU....
padahal BAHAN DASARnya GULA....

Tapi GULA tetap IKHLAS LARUT dalam memberi RASA MANIS...
akan tetapi apabila berhubungan dgn Penyakit, barulah GULA disebut..PENYAKIT GULA

BEGITUlah HIDUP.... Kadang KEBAIKAN yang Kita TANAM tak pernah diSEBUT ORANG....
Tapi kesalahan akan DIBESAR-BESARKAN...
IKHLASlah seperti GULA...
LARUTlah seperti GULA...
Tetap SEMANGAT memberi KEBAIKAN...!!!!
Tetap SEMANGAT menyebar KEBAIKAN..!!!
Karena KEBAIKAN tidak UNTUK DISEBUT...
tapi untuk DIRASAkan...

~~ "Kebaikan yang engkau lakukan HARI INI, mungkin BESOK dilupakan ORANG. Tetap teruslah BERBUAT BAIK..!"☕☕☕☕

Eling Marang Gusti

Ning nang ning gung...
Ning nang ning gung...
Eneng bocah kuncung...
Nunggang prau jebule Lesung...

Terdengar sayup suara simbok2 tua 'ngudang' cucunya yg tertawa kegirangan...

Wis tekan titi wancine le...
Aku wis tuwo...
Ojo lali marang Gusti...
Apapun yang terjadi itu Takdire Ingkang Gusti...
Nerimo kanthi Sabar lan tawakal...

Ojo lali yho le...
ELING MARANG GUSTI ALLAH...
Silahkan engkau berjalan diatas bumi,
sebelum bumi ini KUamblaskan... KUtenggelamkan... KUgoncangkan...KUbelah... KUhancurkan...KUjadikan lautan...
Kalian sebut pulau ini Jawa dwipa...
Tanah syurga... Tanah indah nan subur...
Sepotong tanah Syurga katanya...
dimana tongkat dan batu jadi tanaman...
Silahkan kau berjalan, berlari, terbang, selagi kau bisa dan kau mampu...

Ning nang ning gung...
Ning nang ning gung...
Kurindukan suara itu...