Berkah kopi Berkah Negeri

Negara ini telah di kutuk untuk mencintai kopi. Tak peduli situasi dan tingkat ekonomi masyarakat. Kopi bisa ditemukan dimana-mana.

Tuhan Dalam Secangkir Kopi

Tuhan ada di mana-mana, bahkan dalam secangkir kopi. Pertanyaannya adalah, apakah kita mau menemuin Nya?.

Filsafat Kopi

Seperti kopi, Tuhan menyeduh dua sisi paling sakral dalam hidup manusia. Kebaikan dalam manisnya dan kejahatan dalam seduh pahitnya.

Minuman Kopi adalah manifestasi kehidupan

Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari sebuah minuman kopi, dengan kehangatan kopi sebuah cerita akan terus mengalir.

Biji Kopi

Dari biji kopi pilihan akan menyebabkan rasa kopi terbaik, demikian pula dengan kehidupan yang dijalani oleh manusia.

Rabu, Agustus 23, 2017

Hidup Yang Bermanfaat

Kutipan dari Bung Karno, ada di buku berjudul “Mutiara Kata Bung Karno untuk Rakyat Indonesia” susunan Wawan Tunggul Alam, SH.

Saya tidak tahu, akan diberi hidup oleh Tuhan sampai umur berapa. Tetapi permohonanku kepadaNya ialah, supaya hidupku itu hidup yang manfaat. Manfaat bagi tanah air dan bangsa, manfaat bagi sesama manusia. Permohonanku ini saya panjatkan pada tiap-tiap sembahyang. Sebab, Dialah Asal segala Asal. Dialah ‘Purwaning Dumadi‘.” (6 Juli 1957).



Senin, Agustus 21, 2017

Filosofi Gula

Kasus 1
Jika kopi terlalu pahit
Siapa yang salah..?
Gula lah yg disalahkan karena terlalu sedikit hingga "rasa" kopi pahit

Kasus 2
Jika kopi terlalu manis
Siapa yg disalahkan..?
Gula lagi karena terlalu banyak hingga "Rasa" kopi manis

Kasus 3
Jika takaran kopi dan gula balance
Siapa yg di puji...?
Tentu semua akan berkata...
Kopinya mantaaap
Kemana gula yang mempunyai andil
Membuat "rasa" kopi menjadi mantaaap



Mari Ikhlas seperti Gula yg larut tak terlihat tapi sangat bermakna.

Gula PASIR memberi RASA MANIS pada KOPI, tapi orang MENYEBUTnya KOPI MANIS... bukan KOPI GULA...

Gula PASIR memberi RASA MANIS pada TEH, tapi orang MENYEBUTnya TEH MANIS... bukan TEH GULA...

ORANG menyebut ROTI MANIS... bukan ROTI GULA...

ORANG menyebut SYRUP Pandan, Syrup APEL, Syrup JAMBU....
padahal BAHAN DASARnya GULA....

Tapi GULA tetap IKHLAS LARUT dalam memberi RASA MANIS...
akan tetapi apabila berhubungan dgn Penyakit, barulah GULA disebut..PENYAKIT GULA

BEGITUlah HIDUP.... Kadang KEBAIKAN yang Kita TANAM tak pernah diSEBUT ORANG....
Tapi kesalahan akan DIBESAR-BESARKAN...
IKHLASlah seperti GULA...
LARUTlah seperti GULA...
Tetap SEMANGAT memberi KEBAIKAN...!!!!
Tetap SEMANGAT menyebar KEBAIKAN..!!!
Karena KEBAIKAN tidak UNTUK DISEBUT...
tapi untuk DIRASAkan...

~~ "Kebaikan yang engkau lakukan HARI INI, mungkin BESOK dilupakan ORANG. Tetap teruslah BERBUAT BAIK..!"☕☕☕☕

Eling Marang Gusti

Ning nang ning gung...
Ning nang ning gung...
Eneng bocah kuncung...
Nunggang prau jebule Lesung...

Terdengar sayup suara simbok2 tua 'ngudang' cucunya yg tertawa kegirangan...

Wis tekan titi wancine le...
Aku wis tuwo...
Ojo lali marang Gusti...
Apapun yang terjadi itu Takdire Ingkang Gusti...
Nerimo kanthi Sabar lan tawakal...

Ojo lali yho le...
ELING MARANG GUSTI ALLAH...
Silahkan engkau berjalan diatas bumi,
sebelum bumi ini KUamblaskan... KUtenggelamkan... KUgoncangkan...KUbelah... KUhancurkan...KUjadikan lautan...
Kalian sebut pulau ini Jawa dwipa...
Tanah syurga... Tanah indah nan subur...
Sepotong tanah Syurga katanya...
dimana tongkat dan batu jadi tanaman...
Silahkan kau berjalan, berlari, terbang, selagi kau bisa dan kau mampu...

Ning nang ning gung...
Ning nang ning gung...
Kurindukan suara itu...


Selasa, April 11, 2017

Abu Yazid Al-Busthami Dan Baitullah (Rumah Allah)

Diriwayatkan oleh Syaikh Syamsuddin at-Tabrizi, bahwa suatu hari ketika Abu Yazid al-Busthami sedang dalam perjalanan menuju Makkah untuk menunaikan ibadah haji, beliau menyempatkan diri mampir mengunjungi temannya, seorang Sufi di Bashrah.



Secara langsung dan tanpa basa-basi, Sufi itu menyambut kedatangan beliau dengan sebuah pertanyaan:

"Apa yang anda inginkan hai Abu Yazid?"

Abu Yazid pun segera menjelaskan:
"Aku hanya mampir sejenak, karena aku ingin menunaikan ibadah haji ke Makkah."

"Cukupkah bekalmu untuk perjalanan ini?" tanya Sang Sufi.

"Cukup" jawab Abu Yazid.

"Ada berapa?" Sang Sufi bertanya lagi.

"200 dirham" jawab Abu Yazid.

Sang Sufi itu kemudian dengan serius menyarankan kepada Abu Yazid:

"Berikan saja uang itu kepadaku, dan bertawaflah di sekeliling hatiku sebanyak tujuh kali".

Dengan tenang, Abu Yazid pun mematuhi dan menyerahkan 200 dirham itu kepada Sang Sufi tanpa ada rasa ragu sedikitpun.

Selanjutnya Sang Sufi itu mengungkapkan:

"Wahai Abu Yazid, hatiku adalah rumah Allah, dan ka'bah juga rumah Allah. Hanya saja perbedaan antara ka'bah dan hatiku adalah, bahwasanya Allah tidak pernah memasuki ka'bah semenjak didirikannya, sedangkan Dia tidak pernah keluar dari hatiku sejak hatiku dibangun oleh-Nya (semenjak diprosesi PHQ = Pengangkatan Hijab-Qolbu / Kerak-Dosa, dengan izin dan rahmat-Nya semata)"
.
Abu Yazid hanya menundukkan kepala, dan Sang Sufi itupun mengembalikan uang itu kepada beliau dan berkata:

"Sudahlah, lanjutkan saja perjalanan muliamu untuk berkunjung ke Bait Kudus-Nya, menjadi Tamu Allah." perintahnya.

Demikianlah peristiwa yang kemudian menggerakkan hati Abu Yazid untuk memasuki Dunia Sufi dan mempelajari Ilmu Tasawuf dan mengamalkannya dengan memasuki Tarikat Shiddiqiyah yang digagas dan dirintis oleh Sahabat Nabi Besar Muhammad SAW, yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Di kelak kemudian hari, Abu Yazid al-Busthami menjadi seorang Guru Sufi yang Waliyyam-Mursyida (Syaikh Mursyid). Beliau adalah Sufi Agung yang menjadi Sulthanul 'Awliya (Al-Ghauts, Quthb) pada zamannya yang menggagas dan mendirikan Tarikat Thaifuriyyah yang diambil dari nama kecil beliau: Thaifur.

Beliau sangat terkenal di Langit Ketinggian Ilahi dan di Dunia Sufi. Beliau sangat tidak asing lagi di hati para penimba ilmu tasawuf, khususnya tasawuf falsafi. Beliau wafat sekitar tahun 261 H.
Sedangkan Syaikh Syamsuddin at-Tabrizi (yang meriwayatkan kisah di atas) adalah juga seorang Sufi Agung / Guru Sufi yang Waliyyam-Mursyida (wafat tahun 645 H) yang telah banyak menganugerahkan inspirasi dan motivasi spiritual kepada salah seorang muridnya yang di kemudian hari menjadi Sufi Agung / Guru Sufi yang Waliyyam-Mursyida (Syaikh Mursyid), yang sangat terkenal di Akhirat dan dunia, yaitu Syaikh Jalaluddin ar-Rumi, penggagas dan pendiri Tarekat Maulawiyah (wafat tahun 672 H).

Jumat, Februari 24, 2017

Yakinlah Pada Kata Hatimu

Seorang pemuda kehilangan sepatunya di laut, lalu dia menulis di pinggir pantai.
LAUT INI MALING.
Tak lama datanglah nelayan yg membawa hasil tangkapan ikan begitu banyak, lalu dia menulis di pantai.
LAUT INI BAIK HATI.
Seorang pemuda tenggelam di lautan lalu ibunya menulis di pantai.
LAUT INI PEMBUNUH.
Tak lama datanglah Seorang lelaki yg menemukan sebongkah mutiara di dalam lautan, lalu dia menulis di pantai..
LAUT INI PENUH BERKAH ...
.
Kemudian datanglah ombak besar dan menghapus semua tulisan di pantai itu !!!!!!
.
Maka ...
.
JANGAN RISAUKAN OMONGAN ORANG, KARENA SETIAP ORANG MEMBACA DUNIA DENGAN PEMAHAMAN DAN PENGALAMAN YANG BERBEDA.
.
Teruslah melangkah, selama engkau di jalan yang baik.
Meski terkadang kebaikan tidak senantiasa di hargai.
.
Ali bin abi thalib berkata:
Jangan menjelaskan tentang diri mu kepada siapa pun, Karena yang menyukai mu tidak butuh itu, Dan yang membenci mu tidak percaya itu.
Hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tapi Siapa yang mau berbuat baik.
Jangan menghapus Persaudaraan hanya karena sebuah Kesalahan.
Namun Hapuslah kesalahan demi lanjutnya Persaudaraan.
Jika datang kepadamu gangguan... Jangan berpikir bagaimana cara Membalas dengan yang lebih Perih, tapi berpikirlah bagaimana cara Membalas dengan yang lebih Baik.
Kurangi mengeluh teruslah berdoa dan berikhtiar. Sibukkan diri dalam kebaikan. Hingga keburukan lelah mengikuti mu.
Semoga menjadi momentum bagi kita semua utk menjadi manusia yg lebih baik. Amin.

Saaltullaha barina, Pintaku kepada Allah Sang Pencipta

Aku mohon kepada Allah Sang Pencipta :


سَــأَلْــتُ اللهَ بَـــارِيـنَــــــا      
Saaltullaha barina - Pintaku dari Allah, Sang Pencipta
يُـبَـــلِّـغْــنَا أَمَـــانِينَـــــــــا  
Yuballighna amanina - moga terkabul impian kami
وَيُـــذْهِـبْ مِـنَّـنَـــا الأَكْـــــدَار           
Wayudzhib minnanal akdar - Dihapuskan segala keruh dari kami
رَبِّي وَاجْـــعَلْنَـــا مِنَ الأَخْيَــار     
Rabbi waj'alna minal Akhyar - Jadikan kami, dari mereka yang terbaik
+++++++++++
Aku mohon kepada Allah Sang Pencipta, semoga mengabulkan cita cita kami. serta menghilangkan kesulitan dan kesusahan kami
+++++++++++ 

فَيَــا رِيْحَ الصَّــبَا هُبِّي            
Faya Rihas Soba hubbi - Wahai sang bayu pagi, sampaikanlah

خُذِي قَوْلِي إِلَى حِبِّــي     

Khudzi Qauli ila hibbi - dan bawa kataku kepada kekasihku

وَبُثِّــي عِنْــدَهُ الأَسْــرَار      

Wabutssi ‘indahul Asrar - Sebarkan padanya rahasia

رَبِّي وَاجْـعَـلْنَا مِـنَ الأَخْيَــار      

Rabbi waj’alna minal Akhyar - Jadikan kami, dari mereka yang terbaik

+++++++++++
Wahai angin shana hembuskan berita ini, sampaikanlah ucapan ini kepada kekasihku Dan sebarkan rahasia ini kepadanya
+++++++++++  


وَيُــحْيـــيْنَا عَــلَى التَّــقْوَى   
Wayuhyina ‘alat Taqwa - Hidupkan kami atas takwa
بِـلَا مِـــحْنَة وَلَا بَـــلْوَى     
Bila Mikhnah wala balwa - Tanpa mehnah juga bala
بِجَـــاهِ المـُصْــــطَفَى المـُــــخْتَـار      
Bijahil Mustafal Mukhtar - Dengan gah (Nabi) al-Mustofa yang terpilih
رَبِّي وَاجْــعَــلْنَــا مِنَ الأَخْيَار  
    Rabbi waj’alna minal Akhyar - Jadikan kami, dari mereka yang terbaik
+++++++++++

Dan menghidupakan kami di atas ketaqwaan, tanpa ujian dan cobaan. berkat kedudukan al musthofa  al mukhtar
  +++++++++++