Berkah kopi Berkah Negeri

Negara ini telah di kutuk untuk mencintai kopi. Tak peduli situasi dan tingkat ekonomi masyarakat. Kopi bisa ditemukan dimana-mana.

Tuhan Dalam Secangkir Kopi

Tuhan ada di mana-mana, bahkan dalam secangkir kopi. Pertanyaannya adalah, apakah kita mau menemuin Nya?.

Filsafat Kopi

Seperti kopi, Tuhan menyeduh dua sisi paling sakral dalam hidup manusia. Kebaikan dalam manisnya dan kejahatan dalam seduh pahitnya.

Minuman Kopi adalah manifestasi kehidupan

Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari sebuah minuman kopi, dengan kehangatan kopi sebuah cerita akan terus mengalir.

Biji Kopi

Dari biji kopi pilihan akan menyebabkan rasa kopi terbaik, demikian pula dengan kehidupan yang dijalani oleh manusia.

Jumat, Juni 19, 2015

Frekuensi Hati

Adakah persamaan antara Hati dengan Radio atau Telepon Seluler?

Saat saya masih kecil ditahun 90an, saya takjub dengan adanya telepon. Hanya dengan menggunakan kabel saja, suara yang jaraknya ratusan kilometer bisa di transfer dengan cepat. Agak besar sedikit, saya takjub dengan adanya handphone atau telepon seluler, tanpa adanya penghubung yang namanya kabel, kita bisa ber-sms-an dan mendengarkan suara yang jaraknya ratusan kilometer. Bagaimana bisa benda segiempat kecil seperti itu bisa mengeluarkan suara orang yang keberadaannya entah dimana. Bagaimana caranya? Demikian saya bertanya-tanya waktu itu.

Saya juga takjub dengan radio, nenek saya hoby mendengarkan radio. Nenek paling sering mendengarkan ceramah KH. Zainudin MZ tiap jam 5:00 abis shubuh. Kaset yang di-play oleh operator yang jaraknya puluhan kilometer itu bisa di dengarkan suaranya dari rumah. Bagaimana caranya? Demikian saya bertanya-tanya waktu itu.

Itulah kehebatan teknologi, yang awalnya di salurkan lewat kabel saat ini disalurkan lewat udara. Manusia-manusia modern saat ini sudah memiliki pengetahuan bahwa sebuah handphone memiliki frekuensi sekian dan kemampuan menangkap sinyal lalu mengubah paket suara menjadi paket data lalu dikonversi lagi menjadi paket suara-akhirnya sampai ke penerima.

Demikian juga dengan radio, saat kita melakukan scanning atau memutar tuning. Kita mencari-cari frekuensi yang dipancarkan oleh pemancar radio. Begitu berhenti di frekuensi yang pas, kita bisa langsung mendengarkan siaran radio saat itu juga.

Intinya adalah apa yang dikirim akan diterima, apa yang dipancarkan akan ditangkap karena memiliki frekuensi yang sama.



Saat ini kita tahu tentang adanya resonansi, yaitu bergetarnya suatu benda karena pengaruh getaran benda lain. Lebih simpelnya bisa juga dengan istilah tertular getaran frekuensi. Resonansi hanya bisa terjadi jika kedua benda memiliki frekuensi yang sama.

Hati adalah tempat terjadinya resonansi.

Pada suatu hari, entah kenapa saya sangat ingin sekali pulang kerumah. Namun saat itu kondisi keuangan sedang mepet. Tidak cukup untuk membeli tiket pulang pergi Jakarta - Surabaya. Keinginan saya untuk pulang sangat kuat, sehingga membuat saya yakin bahwa Tuhan akan memberikan rejeki. Lagi pula niat saya pulang baik, ingin bertemu Ibu. Singkat cerita, saya mendapatkan tugas untuk melakukan perjalanan dinas ke Surabaya. Saya pun bisa pulang tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun untuk membeli tiket pesawat. Sesampainya di rumah, ibu saya bilang kalau beliau memang sudah rindu dan ingin saya pulang tapi tidak diucapkan melalui kata-kata langsung kepada saya. Tidak melalui sms, tidak melalui telepon, tidak juga melalui orang lain.

Kebetulan? Ajaib? Klenik?

Sebenarnya tidak ada istilah klenik jika sudah tahu ilmunya. Hal ini bisa di jelaskan dengan logika simpel. Sekarang mari kita hubungkan dengan Teori Quantum Max Planck.

 Max Planck, ahli fisika dari Jerman, pada tahun 1900 mengemukakan teori kuantum. Planck menyimpulkan bahwa atom-atom dan molekul dapat memancarkan atau menyerap energi hanya dalam jumlah tertentu. Jumlah atau paket energi terkecil yang dapat dipancarkan atau diserap oleh atom atau molekul dalam bentuk radiasi elektromagnetik disebut kuantum. Planck menemukan bahwa energi foton (kuantum) berbanding lurus dengan frekuensi cahaya.

E = h . f  dimana  f = c / Î»  sehingga  E = h . c / Î»


E = Energi
h = Konstanta Planck (konstanta)
f = Frekuensi Radiasi
c = Kecepatan Cahaya (konstanta)
λ = Panjang Gelombang

Dari rumus teori quantum tersebut, bisa didapatkan penafsiran atau kesimpulan sebagai berikut :
* Energi berbanding lurus dengan frekuensi, yang berarti semakin tinggi frekuensi maka energi juga semakin besar.
* Energi berbanding terbalik dengan panjang gelombang (jarak), yang berarti makin jauh jarak maka energinya akan semakin kecil.
* Panjang gelombang (jarak) berbanding terbalik dengan frekuensi, yang berarti jika frekuensi tinggi maka jarak akan pendek.

Menurut logika yang dapat saya tangkap adalah, bahwa frekuensi yang dipancarkan ibu bisa saya terima. Sehingga terjadilah resonansi antara hati ibu dan hati saya. Singkatnya begini, Ibu ingin saya pulang, namun Ibu menyampaikannya melalui sebuah doa. Hatinya bergetar memohon melalui sebuah doa. Yang mana doa itu menggetarkan hati saya agar pulang. Dan getaran hati saya kemudian menggetarkan lingkungan sekitar saya, yang kemudian karena kuatnya getaran-getaran itu menyebabkan Energi yang dihasilkan besar sehingga membuat semesta tunduk dan memberikan saya jalan untuk pulang.

Katakanlah getaran hati itu adalah frekuensi, frekuensi yang tinggi akan membuat jarak menjadi pendek. Tingginya getaran hati (frekuensi hati) ibu saya membuat panjang gelombang / jarak menjadi pendek. Yang mana hal ini berarti ibu dan saya memiliki "kedekatan bathin". Maka ketika ibu berkeinginan agar saya pulang, maka sebenarnya saya "mendengarnya" dengan jelas. Disini, hati ibu dan saya mengalami resonansi. Dua hati bergetar pada frekuensi yang sama.

Namun, ketika kedekatan hati tak ada sedikitpun (lambda tinggi / panjang gelombang melebar), maka boro-boro pake getaran hati, ditelpon berulangkali disuruh pulang pun nggak mau. Bisa ditafsirkan "energi" untuk membuat sang anak pulang sangatlah lemah, karena jarak hati sangat jauh.

Fenomena dekat-jauh ini terjadi juga diantara kita. Anak-orangtua, atasan-bawahan, Suami istri, ataupun pertemanan. Pasti diantara kita pernah memikirkan seseorang yang kemudian tak beberapa lama, tiba-tiba orang tersebut telepon/sms/chat atau mungkin muncul dihadapan kita. Bisa jadi itu menunjukkan  seberapa kuat frekuensi hati kita untuk bisa didengarkan oleh hati lain. Jika hati lain mendengarkan-tergetar-terpanggil atau menyambut, berarti frekuensi hati kita tinggi dan jarak hati kita sangat dekat dan mengalami resonansi, lalu alampun membantu.

Jadi sebenarnya baik itu telepati, doa, harapan, mantera, dsb itu memiliki kekuatan yang masuk akal. Kendati bukan bersumber dari kebendaan.

Referensi :
http://mayaerna.blogspot.com/2013/05/bagian-4-persamaan-gelombang.html
http://mayaerna.blogspot.com/2013/05/bagian-6-pengertian-gelombang.html
https://dyahernawati.wordpress.com/kimia-sma-xi/struktur-atom/
http://izulthea.blog.com/2012/03/08/jika-hati-beresonansi-mengikuti-hukum-fisika/
http://itsadityalife.blogspot.com/2013/03/tugas-fisika-telepon-kaleng.html
https://masakecildulu.wordpress.com/2009/06/21/telepon-kaleng/
http://www.hptekno.com/2013/06/24/sejarah-dan-cara-kerja-telepon-kaleng/

Minggu, Oktober 12, 2014

Berkata Jujur

Suatu ketika dimalam yang dingin di Makobu (Malang Kota Bunga). Sambil ngopi-ngopi, seorang teman curhat kepada saya. Bukan curhat sih cuma ngobrol santai aja. Lalu dia berkata kepada saya



"Aku sudah berupaya untuk berbicara jujur, sejujur-jujurnya."

"Ya memang sebaiknya omong yang jujur, masa mau jadi pembohong." saya pun menimpali dengan jawaban seperti itu.

"Tetapi, walaupun aku berkata jujur. Masih ada saja orang yang mencurigaiku. Dan tidak percaya dengan apa yang aku katakan"

Lalu dengan sok bijaknya saya bilang kepada teman saya itu
"Hmmm... tidak masalah dengan orang lain mau curiga atau tidak sama kamu. Kamu tahu apa yang penting?"

"Apa itu?"

"Kamu jujur kepada dirimu sendiri. Dan yang pasti Tuhan menyaksikan itu. Apakah itu belum cukup?"

"Hahaha... Menyebalkan, omonganmu selalu seperti itu."

"Loh, ada yang salah?"

"Enggak-enggak, omonganmu 100% benar. Mungkin aku masih belum bisa loss aja untuk berpikiran dan menerima seperti itu."

"Hahaha... Ini omongan sok iye, di dengerin monggo. Nggak di dengerin yo bebas. Aku juga belum bisa loss seperti itu sih. Tapi ya marilah sama-sama berusaha."

"Iya iya sama-sama berusaha semoga diberi kemudahan sama Tuhan."

Namun ternyata temen saya itu sepertinya belum lega dengan kegundahan hatinya. Kemudian dia melanjutkan lagi omongannya

"Tapi rasanya koq ya capek di curigain terus"

"Ya itu berarti melatih kesabaran. Porsi sabarnya harus ditambah. Hahaha..." dengan ke sok bijakan saya yang kesekian kali saya jawab aja seperti itu.

"Beraaat....."

"Hahahahahaha......"

Tertawa lah kami berdua, dan melanjutkan ngopi-ngopi sambil ngobrol. Yah kalau dipikir-pikir, tinggal berkata jujur aja kok repot ngurusi pemikiran dan kecurigaan orang lain. Yang penting jujur. Titik. Selesai. Begitu aja koq repot.

Berkata Jujur

Suatu ketika dimalam yang dingin di Makobu (Malang Kota Bunga). Sambil ngopi-ngopi, seorang teman curhat kepada saya. Bukan curhat sih cuma ngobrol santai aja. Lalu dia berkata kepada saya.


"Aku sudah berupaya untuk berbicara jujur, sejujur-jujurnya."

"Ya memang sebaiknya omong yang jujur, masa mau jadi pembohong." saya pun menimpali dengan jawaban seperti itu.

"Tetapi, walaupun aku berkata jujur. Masih ada saja orang yang mencurigaiku. Dan tidak percaya dengan apa yang aku katakan"

Lalu dengan sok bijaknya saya bilang kepada teman saya itu

"Hmmm... tidak masalah dengan orang lain mau curiga atau tidak sama kamu. Kamu tahu apa yang penting?"

"Apa itu?"

"Kamu jujur kepada dirimu sendiri. Dan yang pasti Tuhan menyaksikan itu. Apakah itu belum cukup?"

"Hahaha... Menyebalkan, omonganmu selalu seperti itu."

"Loh, ada yang salah?"

"Enggak-enggak, omonganmu 100% benar. Mungkin aku masih belum bisa loss aja untuk berpikiran
dan menerima seperti itu."

"Hahaha... Ini omongan sok iye, di dengerin monggo. Nggak di dengerin yo bebas. Aku juga belum bisa loss seperti itu sih. Tapi ya marilah sama-sama berusaha."

"Iya iya sama-sama berusaha semoga diberi kemudahan sama Tuhan."

Namun ternyata temen saya itu sepertinya belum lega dengan kegundahan hatinya. Kemudian dia melanjutkan lagi omongannya

"Tapi rasanya koq ya capek di curigain terus"

"Ya itu berarti melatih kesabaran. Porsi sabarnya harus ditambah. Hahaha..." dengan ke sok bijakan saya yang kesekian kali saya jawab aja seperti itu.

"Beraaat....."

"Hahahahahaha......"

Tertawa lah kami berdua, dan melanjutkan ngopi-ngopi sambil ngobrol. Yah kalau dipikir-pikir, tinggal berkata jujur aja kok repot ngurusi pemikiran dan kecurigaan orang lain. Yang penting jujur. Titik. Selesai. Begitu aja koq repot.

Senin, Juni 23, 2014

Munajat Cinta

Ya Allah
Dan sesungguhnyalah maka
aku kini bersenandung dan
aku berdoa seraya bermohon

Ya Allah
Disetiap desahan Nafas
Disetiap debaran Dada
Disetiap deburan Jiwa
Disetiap denyut Nadi
Disetiap detak Jantung
Disetiap Aliran darah
Disetiap pori pori sekujur Raga
Disetiap Kedipan Mata
Orientasinya.. hanya ENGKAU
Semata mata ..cuma ENGKAU
Tiadalah yang selain ENGKAU
Yaa Man Laa Huwa illa HUWA

Antal Hadi Antal "HU"
Laisal Hadi illa.. "HU"

aku menghadap-kan hatiku
aku menghadap-kan wajahku
dan segenap Risalahku ini
Hanya kepadaMu semata mata
Hidup dan Mati Hamba
Seluruh Hati, Jiwaraga, Sukma
Nyuwun Kapenggalih, Gusti
Nyuwun Pitedah
Nyuwun Agenge Sih Palimirno
Saestu estu, kawulo tuhu injih
Nyuwun Rena lan Tresna

Duh... Gusti!
Kawulo Madhep, Mulungi Ati
Nan Dalem ingkang Tansah
Nyanggi Dhampar Kawulo
Nyuwun Tuntun Lampah Kawulo

Ya Allah
dengan membawa selaksa Harap
serta damba didada yang kian
sarat Kerinduan demi Kerinduan

Ya Allah
dan Cinta dan Cinta dan Cinta
dan Cinta atas nama Kekasih-Mu
Ya Allah


Kamis, Mei 08, 2014

Selamat menemui Kekasih, wahai Syekh...

Semalam saya terkejut membaca email yang mengabarkan bahwa beliau telah wafat pada 8 Rajab 1435 (7 Mei 2014). Langsung saja saya kirim Fatihah dan Sholat Ghoib untuk beliau. Beliau adalah guru saya yang pertama.

Diantara bermacam perjalanan yang telah saya lalui sebelum saya sampai di tempat yang sekarang. Dibawah beliau lah tempat saya menempuh perjalanan dengan nama Tarekat Naqsybandi Haqqani.

Beliaulah mursyid yang membimbing ruhani saya agar sampai kehadirat Alloh. Hal ini berawal saat saya masih kuliah pada tahun 2007. Saya dipertemukan dengan khalifah beliau yang bernama Syekh Mustofa Mas'ud dan Maulana Syekh Hisyam Kabbani. Terasa ada magnet yang menarik hati saya. Dan sejak saat itu lah saya sering hadir di Zawiyah Bethek Malang, untuk melakukan Khatm Khawajagan bersama-sama jamaah yang lain. Dan juga mengaji Kitab Tanwirul Qulub karya Syeikh Muhammad Amin Al Kurdi.

Entah harus senang atau sedih dengan meninggalnya beliau. Sedih karena fisik beliau sudah tidak lagi bersama para muridnya, senang karena beliau akan bertemu dengan Alloh. Itulah puncak dari cita-cita tertinggi. Bertemu Alloh...

Dibatas kata, kalimat "akan bertemu dengan Alloh" kurang pas juga sih, karena sebagai seorang mursyid sudah pasti beliau sudah bertemu dengan Alloh saat masih hidup.

Maulana Syekh Nazim dalam subha nya pernah berkata :
"Segala yang mempunyai awal, ia akan berakhir... Kita dapat melanjutkannya di dalam hati kita. Ruh kita selalu bersama, bahkan jika secara fisik kita tidak bersama. Hal itu mengatakan kepada kita bahwa kita adalah hamba Allah. Kita semua adalah makhluk-Nya. Bahkan jika busana kita berubah, posisi fitrah kita tidak akan pernah berubah."


Bagaimanapun beliau tidak lah pergi meninggalkan murid-muridnya. Sebagaimana pesan Mawlana Syekh Hisyam:

"Kita ingin selalu bersama Mawlana Syekh Nazim, tetapi pada hakikatnya kita tidak bersamanya, beliaulah yang bersama kita, karena kita mempunyai amal buruk dan dosa-dosa, dan para awliyaullah dapat menciumnya. Dan beliau tidak meninggalkan kita, beliau bersama kita, dan beliau akan bersama kita di dunia dan akhirat, kita akan berada di tangannya di akhirat insya Allah... Saya tahu bahwa kita semua merasa sedih. Inallaaha Ghayur, Allah senang untuk memiliki kalbu hamba-hamba-Nya, dan semoga Allah memiliki kalbu kita seperti halnya Dia memiliki kalbu Mawlana Syekh Nazim, bi hurmatil habiib fatihah."

Selamat menemui Kekasih, wahai Syekh.
Semoga Alloh senantiasa melimpahkan rahmat dan nikmat-Nya..
Al-Fatihah.....