Berkah kopi Berkah Negeri

Negara ini telah di kutuk untuk mencintai kopi. Tak peduli situasi dan tingkat ekonomi masyarakat. Kopi bisa ditemukan dimana-mana.

Tuhan Dalam Secangkir Kopi

Tuhan ada di mana-mana, bahkan dalam secangkir kopi. Pertanyaannya adalah, apakah kita mau menemuin Nya?.

Filsafat Kopi

Seperti kopi, Tuhan menyeduh dua sisi paling sakral dalam hidup manusia. Kebaikan dalam manisnya dan kejahatan dalam seduh pahitnya.

Minuman Kopi adalah manifestasi kehidupan

Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari sebuah minuman kopi, dengan kehangatan kopi sebuah cerita akan terus mengalir.

Biji Kopi

Dari biji kopi pilihan akan menyebabkan rasa kopi terbaik, demikian pula dengan kehidupan yang dijalani oleh manusia.

Senin, Juni 11, 2012

Bolehkah Mengeluh?

Tuhan, bolehkah aku mengeluh kali ini?
Boleh ya?

Bukannya aku tak percaya kepada kuasa-MU.
Bukannya aku tak percaya dengan firman-MU yang mengatakan bahwa manusia itu diuji sesuai dengan kemampuannya.
Aku hanya ingin menyampaikan keluh kesahku.
Maafkan aku karena harus mengeluh dengan menuliskannya disini.
Aku tidak ragu bahwa Engkau Maha Mendengar.
Aku tidak ragu bahwa engkau Maha Mengetahui isi hati ini.
Aku cuma manusia biasa, hamba-MU yang dhoif.
Aku lebih bisa mencurahkan keluh kesahku kepada-MU lewat sebuah tulisan.
Sungguh tulisan ini sepenuhnya kutujukan kepada-MU.

Jadi, bolehkan aku mengeluh kali ini?

Minggu, Agustus 21, 2011

Belajar Dari Penjual Es Kelapa Muda


Ada sebuah cerita ringan yang saya dapatkan saat siang hari. Disiang yang cukup terik itu, saya melihat seorang penjual es kelapa muda yang sangat laris, banyak yang membeli es kelapa muda disitu. Selain berjualan es kelapa muda, dia juga berjualan es buah.

Karena tergiur oleh kelezatan dan kesegaran es kelapa muda saya pun berniat membeli, namun saat saya memesan ternyata es batu nya habis, padahal buah-buah dan kelapa muda masih banyak disitu. Dia bilang bahwa yang jual es batu belum datang (datangnya telat tidak seperti biasanya). Tak lama kemudian datang lagi beberapa pembeli dan penjual itu pun mengatakan hal yang sama.


Dalam hati saya jadi berpikir berapa omzet yang telah dia lewatkan gara-gara seorang penjual es batu yang telat datang? Bagaimana jika yang jual es batu tersebut ternyata tidak datang? Dan akhirnya sampailah pada tahap pemikiran bahwa inilah hidup. Kita tidak bisa hidup sendiri. Kita membutuhkan orang lain, sebagaimana orang lain membutuhkan kita.

Belajar dari cerita saya diatas, dapat di ambil pelajaran bahwa penjual es kelapa muda membutuhkan penjual es batu, penjual es kelapa muda juga membutuhkan pembeli, begitupun pembeli di tengah panasnya matahari membutuhkan es kelapa muda yang segar, dan penjual es batu juga membutuhkan penjual es kelapa muda. Terlihat kan? bagaimana kita sebagai manusia ternyata saling membutuhkan satu sama lain.

Pelajaran yang dapat dipetik dari cerita ringan dan renungan sesaat saya ini adalah :
- Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa hidup sendirian, sehingga kita harus berbuat baik kepada semua orang.
- Dalam berbisnis maupun merencanakan sesuatu harus ada secondary planning. Paling tidak kita memiliki alternatif lain jika sesuatu yang utama tidak berjalan dengan lancar. Penjual es kelapa muda, dia tidak boleh bergantung kepada satu penjual es batu. dia harus menambah jalur-jalur rizkinya.
- Bersyukur atas nikmat Tuhan. Tuhan memberi rizki dari bermacam jalan.
- Mungkin Tuhan ingin menjadikan penjual es batu sebagai penyalur rizki bagi penjual es kelapa muda. Karena tanpa kehadiran nya, salah satu jalan rizki penjual es kelapa muda akan terputus.

Saat menulis ini terseliplah sebuah doa dalam hati : 
"Ya Allah, Ya Fattah Ya Rozzak, jika Engkau menjadikanku sebagai wakilmu dalam menyalurkan rizki orang lain, maka kuatkanlah aku. Jika dalam hartaku terdapat rizki orang lain, maka ringankan lah langkahku untuk segera menyampaikannya. Amin"

Semoga tulisan ini bermanfaat dan menginspirasi. Akhir kata, terdapat pepatah baru yang saya ciptakan :)
"Bahkan penjual es kelapa muda yang laris pun tak bisa apa-apa tanpa penjual es batu"
*pict by tom-kuu.blogspot.com

Kamis, Februari 10, 2011

Arti Lain Tulisan


Suatu ketika, beberapa hari yang lalu. Saya iseng-iseng pengen menulis seluruh kegiatan sehari full, bahkan saat selesai makan pun saya sempatkan menulis. Kebetulan, gelora menulis saat itu lagi tinggi-tingginya :) Saya menulis semua yang saya temui, dari hal kecil sampai yang besar, dari yang simple sampai yang tidak umum, dari yang biasa-biasa saja sampai yang tidak biasa. Entah itu bertemu cewek cantik maupun bertemu orang tua tetap saya tulis. Pokoknya seharian saya ingin semuanya tercatat dalam sebuah buku.

Persiapan sebelum keluar kos adalah sebuah block note kecil berwarna hijau dan beberapa pena berwarna hitam dan biru serta sebuah pensil. Awalnya saya ingin membuat sebuah sketsa, namun hal itu terlalu memakan waktu sehingga tidak jadi saya teruskan. Cukup dengan tulisan saja lengkap dengan jam dan menit nya.


Tidak perlu diceritakan apa saja yang saya temui dan saya tulis, karena setiap apa yang saya temui di jalan kemudian saya tulis, saya merasakan betapa luar biasanya kehidupan ini. Allah memang Maha Kaya, Maha Luas Ilmunya. Makna-makna dari sebuah perjalan jadi begitu terasa saat di tuangkan dalam sebuah tulisan.

Subhanallah... Saya cuma mampu bertahan setengah hari untuk menuliskan semua kejadian yang saya temui dan alami. Dan itupun sudah mencapai berlembar-lembar kertas. Tidak menyangka jika saya bisa menulis sebanyak itu dalam tempo setengah hari. Dan semuanya sangat bermakna. Sungguh, Allah benar-benar Maha Bijaksana, tidak ada kejadian yang sia-sia dan tidak ada ciptaan yang sia-sia. Tinggal kita sebagai manusia, bagaimana memetik pelajaran dari setiap yang kita alami.

Kemudian saya pun jadi merenung, jika satu orang saja dalam setengah hari sudah didapatkan segitu banyak tulisan, bagaimana jika satu hari? dan bagaimana jika yang menulis itu 100 orang? Kita umpamakan saja, dalam sehari satu orang menulis sebanyak 30 lembar, jika 1000 orang maka didapatkan 50000 lembar halaman. Itu baru 1000 orang, yang notabene masih 2 desa. Bagaimana jika seluruh dunia???

Bayangkan jika semua orang di dunia ini menulis semuanya, dapat terkumpul berapa lembar? Berapa batang pohon yang telah terpakai untuk kertas, berapa liter tinta yang dihabiskan.. Cukupkah bahan-bahan di dunia ini untuk membuat tulisan seluruh penduduk dunia, yang menyangkut seluruh kejadian dari dia bangun tidurr sampai tertidur lagi? Bagaimana jika makhluk-makhluk ghaib juga mencatat kehidupan mereka. Bisa di ambil kesimpulan bahwa sungguh luar biasa kehidupan ini.

Saya pun jadi ingat ayat:
Dan seandainya pohon-pohon di muka bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan lagi, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat (Luqman:27).
Allahu Akbar,,, mata saya jadi berkaca-kaca saat menulis ini, sungguh luar biasa Allah itu. Tidak akan mampu kita menyaingi-Nya. Dan ada lagi ayat yang explisit:
Katakanlah, kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk menulis kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis ditulis kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu pula (Al Kahfi:109)
Saya pun teringat akan Lauh Mahfudz, dimana semua kejadian sampai hari kiamat tertulis disana. Wow,,, coba bayangkan (seandainya bisa dibayangkan :) ) seberapa luasnya Lauh Mahfudz itu?? Allahu Akbar,,, Tidak ada apa-apanya manusia di hadapan-Nya... Saat saya ngaji tasawuf, guru saya pernah membacakan kitab kuning (lupa nama kitabnya), bahwa Allah memberikan izin kepada Syekh Abdul Qadir Al Jaelani untuk melihat Lauh Mahfudz. Pasti istimewa sekali beliau itu. Allah akan memuliakan orang-orang yang memuliakanNya.

Semoga tulisan ini bermanfaat...

Rabu, Februari 09, 2011

Hujan

Rintik hujan sore mengingatkanku akan emperan toko, dimana kita saling melempar senyum menikmati kehangatan cinta

Gemericik hujan membuatku dan jaket lusuhku menjadi malaikat bersayap yg melindungi tubuh dan wajah cantikmu dari air dan angin

Wajahmu mendekat, tubuhmu merapat, pelukanku pun makin erat.. itulah memory hujan yang tak lagi dapat kurasakan

Air mata dan liur bekas lumatan bibirmu mengalir entah kemana bersanding dengan deras hujan yang mengiringi kepergianmu

Motor bututku pun menangis saat hujan, mengingat tak lagi ada canda riangmu di jok belakang nya

*post sesaat setelah hujan mengikuti tema @cerfet #pufethujan


Selasa, Januari 18, 2011

Imajinasi Malam

Wahai malam,

Kau memberiku inspirasi mengesankan kali ini.

Ternyata malam itu tidak harus kelam..

Cahaya bulan sabit yang menawan mengajak imajinasiku bertemu manis manja senyummu

Kerlip bintang langit malam menerbangkan imajinasiku mengingat kerling indah matamu

Merdu nyanyian binatang malam membawa imajinasiku mendengar ramai ceria tegur sapamu

Semerbak bunga sedap malam memaksa imajinasiku menghirup harumnya tubuhmu

Tarian pohon oleh semilir angin menuntut imajinasiku menghadirkan sosokmu dihadapanku

Sungguh.. pesonamu terlukis di keindahan malam. membuatku merindukanmu saat ini