Berkah kopi Berkah Negeri

Negara ini telah di kutuk untuk mencintai kopi. Tak peduli situasi dan tingkat ekonomi masyarakat. Kopi bisa ditemukan dimana-mana.

Tuhan Dalam Secangkir Kopi

Tuhan ada di mana-mana, bahkan dalam secangkir kopi. Pertanyaannya adalah, apakah kita mau menemuin Nya?.

Filsafat Kopi

Seperti kopi, Tuhan menyeduh dua sisi paling sakral dalam hidup manusia. Kebaikan dalam manisnya dan kejahatan dalam seduh pahitnya.

Minuman Kopi adalah manifestasi kehidupan

Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari sebuah minuman kopi, dengan kehangatan kopi sebuah cerita akan terus mengalir.

Biji Kopi

Dari biji kopi pilihan akan menyebabkan rasa kopi terbaik, demikian pula dengan kehidupan yang dijalani oleh manusia.

Rabu, September 19, 2012

Belajar Dari Penjual Durian

Dua minggu yang lalu saya pergi ke Serang tepatnya kedaerah pandeglang. Sekitar 3,5 jam dari Jakarta. Saat perjalanan pulang, disempatkan untuk menikmati durian. Pandeglang terkenal dengan duriannya. Durian seperti menjadi icon dari pandeglang. Salah satunya adalah Durian Jatohan Haji Arief (DJHA). Bangunan utama terbuat dari kayu dan bambu yang terbuka hingga angin sepoi-sepoi bisa masuk, dan di dalamnya diletakkan sejumlah bale-bale tempat bersantai sambil menyantap durian.

Saya tidak akan menceritakan tentang bagaimana rasa duriannya, karena hal itu sudah biasa, lagipula banyak blogg / website lain yang sudah menceritakannya. Kali ini saya akan menceritakan tentang sisi lainnya, yaitu dari pemiliknya. Karena banyak pelajaran berharga yang saya peroleh dari beliau. Kebetulan saat itu saya bisa bertemu dengan pemiliknya yaitu Haji Ajid yang merupakan anak dari Haji Arief. Haji Ajid seseorang yang sangat sederhana kalau boleh di bilang begitu. Walaupun kebunnya berhektar luasnya, namun wajahnya ramah dan penuh senyum.



Beliau menceritakan tentang bagaimana mengawali usaha jualan durian ini, dulu beliau hidup sangat susah, bahkan untuk meminjam uang 200 ribu saja ditolak oleh orang, bahkan sampai dibilang nggak akan sanggup untuk mengembalikannya. Namun, usahanya lambat laun berkembang, beliau bilang bahwa dalam berusaha itu harus sabar dan tawakkal, kemudian harus patuh kepada orang tua.

Saya hampir menangis tak kuasa menahan air mata, saat beliau bercerita bagaimana dia memuliakan orang tuanya. Pernah orang tuanya meminta belut. Dan saat itu dicari di seluruh serang dan tidak ada belut, akhirnya mendapatkan belut di palembang. Beliau dengan lantang bilang, berapapun akan dikeluarkan untuk memenuhi keinginan orang tua. Selama orang tua masih hidup, kita harus berupaya membahagiakan dan berbakti kepada orang tua. Luar biasa...!!!

Disaat sedang asik bercerita, tiba-tiba datanglah seorang pengemis, dan dengan segera beliau menyuruh pegawainya untuk segera memberi pengemis tersebut, kemudian beliau bilang bahwa jika ada orang meminta-minta datang segera kasih, karena Alloh yang menggerakkannya mendatangi kita. Wow, saya terpesona melihatnya. Kemudian beliau melanjutkan, bahwa semua yang ada dan di capai sekarang ini bukannlah miliknya pribadi. Harta dan segala sesuatunya ini semua adalah milik Alloh, manusia itu tidak punya apa-apa. Hiks.. hiks.. semakin meleleh hati saya mendengarnya.

Ada suatu hal yang tiba-tiba beliau tanyakan kepada saya, yaitu : "Kamu ingin tahu bagaimana rahasianya biar sukses?" Saya terdiam agak lama, kemudian saya jawab "Bagaimana caranya?" beliau berpesan "Basuh kaki orang tuamu, cuci jempolnya." Saya pun tersenyum mendengarnya. Beliau melanjutkan, bahwa harus nurut kepada orang tua walaupun apa yang mereka katakan salah menurut kamu tapi kamu cuma seorang anak.

Saya belajar banyak dari pak haji ini, banyak pesan-pesan tersembunyi yang secara tidak langsung beliau sampaikan. Diantara pelajaran yang dapat saya tangkap dan simpulkan adalah :
1. Jangan menghina orang, karena kita tidak tahu apa yang terjadi di masa depan
2. Segala sesuatu itu milik Alloh
3. Bersedekahlah sesegera mungkin.
4. Berbakti kepada orang tua

Itulah beberapa oleh-oleh berharga yang saya dapatkan dari beliau, seseorang yang kaya raya, baik harta maupun hatinya namun tampak sederhana. Alloh telah menggerakkan saya untuk mampir ketempat ini dan menimba ilmu dari pak haji. Dan Alloh menggerakkan pak haji untuk menyampaikan ilmunya. Alhamdulillah, terima kasih Alloh, terima kasih pak haji, Semoga Rahmat-Nya senantiasa tercurah kepada beliau. Amin.

Senin, Juni 11, 2012

Bolehkah Mengeluh?

Tuhan, bolehkah aku mengeluh kali ini?
Boleh ya?

Bukannya aku tak percaya kepada kuasa-MU.
Bukannya aku tak percaya dengan firman-MU yang mengatakan bahwa manusia itu diuji sesuai dengan kemampuannya.
Aku hanya ingin menyampaikan keluh kesahku.
Maafkan aku karena harus mengeluh dengan menuliskannya disini.
Aku tidak ragu bahwa Engkau Maha Mendengar.
Aku tidak ragu bahwa engkau Maha Mengetahui isi hati ini.
Aku cuma manusia biasa, hamba-MU yang dhoif.
Aku lebih bisa mencurahkan keluh kesahku kepada-MU lewat sebuah tulisan.
Sungguh tulisan ini sepenuhnya kutujukan kepada-MU.

Jadi, bolehkan aku mengeluh kali ini?

Minggu, Agustus 21, 2011

Belajar Dari Penjual Es Kelapa Muda


Ada sebuah cerita ringan yang saya dapatkan saat siang hari. Disiang yang cukup terik itu, saya melihat seorang penjual es kelapa muda yang sangat laris, banyak yang membeli es kelapa muda disitu. Selain berjualan es kelapa muda, dia juga berjualan es buah.

Karena tergiur oleh kelezatan dan kesegaran es kelapa muda saya pun berniat membeli, namun saat saya memesan ternyata es batu nya habis, padahal buah-buah dan kelapa muda masih banyak disitu. Dia bilang bahwa yang jual es batu belum datang (datangnya telat tidak seperti biasanya). Tak lama kemudian datang lagi beberapa pembeli dan penjual itu pun mengatakan hal yang sama.


Dalam hati saya jadi berpikir berapa omzet yang telah dia lewatkan gara-gara seorang penjual es batu yang telat datang? Bagaimana jika yang jual es batu tersebut ternyata tidak datang? Dan akhirnya sampailah pada tahap pemikiran bahwa inilah hidup. Kita tidak bisa hidup sendiri. Kita membutuhkan orang lain, sebagaimana orang lain membutuhkan kita.

Belajar dari cerita saya diatas, dapat di ambil pelajaran bahwa penjual es kelapa muda membutuhkan penjual es batu, penjual es kelapa muda juga membutuhkan pembeli, begitupun pembeli di tengah panasnya matahari membutuhkan es kelapa muda yang segar, dan penjual es batu juga membutuhkan penjual es kelapa muda. Terlihat kan? bagaimana kita sebagai manusia ternyata saling membutuhkan satu sama lain.

Pelajaran yang dapat dipetik dari cerita ringan dan renungan sesaat saya ini adalah :
- Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa hidup sendirian, sehingga kita harus berbuat baik kepada semua orang.
- Dalam berbisnis maupun merencanakan sesuatu harus ada secondary planning. Paling tidak kita memiliki alternatif lain jika sesuatu yang utama tidak berjalan dengan lancar. Penjual es kelapa muda, dia tidak boleh bergantung kepada satu penjual es batu. dia harus menambah jalur-jalur rizkinya.
- Bersyukur atas nikmat Tuhan. Tuhan memberi rizki dari bermacam jalan.
- Mungkin Tuhan ingin menjadikan penjual es batu sebagai penyalur rizki bagi penjual es kelapa muda. Karena tanpa kehadiran nya, salah satu jalan rizki penjual es kelapa muda akan terputus.

Saat menulis ini terseliplah sebuah doa dalam hati : 
"Ya Allah, Ya Fattah Ya Rozzak, jika Engkau menjadikanku sebagai wakilmu dalam menyalurkan rizki orang lain, maka kuatkanlah aku. Jika dalam hartaku terdapat rizki orang lain, maka ringankan lah langkahku untuk segera menyampaikannya. Amin"

Semoga tulisan ini bermanfaat dan menginspirasi. Akhir kata, terdapat pepatah baru yang saya ciptakan :)
"Bahkan penjual es kelapa muda yang laris pun tak bisa apa-apa tanpa penjual es batu"
*pict by tom-kuu.blogspot.com

Kamis, Februari 10, 2011

Arti Lain Tulisan


Suatu ketika, beberapa hari yang lalu. Saya iseng-iseng pengen menulis seluruh kegiatan sehari full, bahkan saat selesai makan pun saya sempatkan menulis. Kebetulan, gelora menulis saat itu lagi tinggi-tingginya :) Saya menulis semua yang saya temui, dari hal kecil sampai yang besar, dari yang simple sampai yang tidak umum, dari yang biasa-biasa saja sampai yang tidak biasa. Entah itu bertemu cewek cantik maupun bertemu orang tua tetap saya tulis. Pokoknya seharian saya ingin semuanya tercatat dalam sebuah buku.

Persiapan sebelum keluar kos adalah sebuah block note kecil berwarna hijau dan beberapa pena berwarna hitam dan biru serta sebuah pensil. Awalnya saya ingin membuat sebuah sketsa, namun hal itu terlalu memakan waktu sehingga tidak jadi saya teruskan. Cukup dengan tulisan saja lengkap dengan jam dan menit nya.


Tidak perlu diceritakan apa saja yang saya temui dan saya tulis, karena setiap apa yang saya temui di jalan kemudian saya tulis, saya merasakan betapa luar biasanya kehidupan ini. Allah memang Maha Kaya, Maha Luas Ilmunya. Makna-makna dari sebuah perjalan jadi begitu terasa saat di tuangkan dalam sebuah tulisan.

Subhanallah... Saya cuma mampu bertahan setengah hari untuk menuliskan semua kejadian yang saya temui dan alami. Dan itupun sudah mencapai berlembar-lembar kertas. Tidak menyangka jika saya bisa menulis sebanyak itu dalam tempo setengah hari. Dan semuanya sangat bermakna. Sungguh, Allah benar-benar Maha Bijaksana, tidak ada kejadian yang sia-sia dan tidak ada ciptaan yang sia-sia. Tinggal kita sebagai manusia, bagaimana memetik pelajaran dari setiap yang kita alami.

Kemudian saya pun jadi merenung, jika satu orang saja dalam setengah hari sudah didapatkan segitu banyak tulisan, bagaimana jika satu hari? dan bagaimana jika yang menulis itu 100 orang? Kita umpamakan saja, dalam sehari satu orang menulis sebanyak 30 lembar, jika 1000 orang maka didapatkan 50000 lembar halaman. Itu baru 1000 orang, yang notabene masih 2 desa. Bagaimana jika seluruh dunia???

Bayangkan jika semua orang di dunia ini menulis semuanya, dapat terkumpul berapa lembar? Berapa batang pohon yang telah terpakai untuk kertas, berapa liter tinta yang dihabiskan.. Cukupkah bahan-bahan di dunia ini untuk membuat tulisan seluruh penduduk dunia, yang menyangkut seluruh kejadian dari dia bangun tidurr sampai tertidur lagi? Bagaimana jika makhluk-makhluk ghaib juga mencatat kehidupan mereka. Bisa di ambil kesimpulan bahwa sungguh luar biasa kehidupan ini.

Saya pun jadi ingat ayat:
Dan seandainya pohon-pohon di muka bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan lagi, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat (Luqman:27).
Allahu Akbar,,, mata saya jadi berkaca-kaca saat menulis ini, sungguh luar biasa Allah itu. Tidak akan mampu kita menyaingi-Nya. Dan ada lagi ayat yang explisit:
Katakanlah, kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk menulis kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis ditulis kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu pula (Al Kahfi:109)
Saya pun teringat akan Lauh Mahfudz, dimana semua kejadian sampai hari kiamat tertulis disana. Wow,,, coba bayangkan (seandainya bisa dibayangkan :) ) seberapa luasnya Lauh Mahfudz itu?? Allahu Akbar,,, Tidak ada apa-apanya manusia di hadapan-Nya... Saat saya ngaji tasawuf, guru saya pernah membacakan kitab kuning (lupa nama kitabnya), bahwa Allah memberikan izin kepada Syekh Abdul Qadir Al Jaelani untuk melihat Lauh Mahfudz. Pasti istimewa sekali beliau itu. Allah akan memuliakan orang-orang yang memuliakanNya.

Semoga tulisan ini bermanfaat...

Rabu, Februari 09, 2011

Hujan

Rintik hujan sore mengingatkanku akan emperan toko, dimana kita saling melempar senyum menikmati kehangatan cinta

Gemericik hujan membuatku dan jaket lusuhku menjadi malaikat bersayap yg melindungi tubuh dan wajah cantikmu dari air dan angin

Wajahmu mendekat, tubuhmu merapat, pelukanku pun makin erat.. itulah memory hujan yang tak lagi dapat kurasakan

Air mata dan liur bekas lumatan bibirmu mengalir entah kemana bersanding dengan deras hujan yang mengiringi kepergianmu

Motor bututku pun menangis saat hujan, mengingat tak lagi ada canda riangmu di jok belakang nya

*post sesaat setelah hujan mengikuti tema @cerfet #pufethujan